Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Melestarikan Aksara Pegon

Aksara Pegon di papan tulis TPQ Memasuki semester 7, aku melaksanakan KKN sebagai tugas wajib dari kampus. Begitu banyak hal baru yang kudapat selama tinggal di desa orang. Salah satunya adalah pengalamanku mengajar di TPQ Nurul Iman, Kampung Garudug, Desa Rancaiyuh. Berbekal pengalaman mengajar anak TPQ dari organisasi sebelumnya, aku pikir tidak akan ada kendala. Apalagi aku bersama kawan-kawanku. Awalnya, aku mengira anak-anak di desa ini tertinggal. Karena letaknya jauh dari hiruk pikuk kampusku di kota besar. Namun, saat pertama kali masuk ke TPQ, aku terkejut. Mereka sedang tekun menyalin tulisan Pegon Sunda dari papan tulis. Umi Leti, guru ngaji di sana, bilang beliau memang sudah biasa mengajarkan aksara Pegon. Dengan sedikit malu, kami mengaku tidak mampu mengajarkan hal itu. Kami bukan orang Sunda. Selama pembelajaran, kami menyimak bacaan anak-anak, baik yang masih Iqro' maupun yang sudah Al-Qur'an. Sebelum pulang, kami sempatkan memberi materi dasar tajwid dan ilmu ...

Postingan Terbaru

Senja, Qur'an, dan Kedamaian yang Tak Bisa Terulang

Menemukan Cinta dalam Bahasa Arab

Resensi Buku Educated (Terdidik) Karya Tara Westover

Resensi Novel SELENA dan NEBULA