Senja, Qur'an, dan Kedamaian yang Tak Bisa Terulang
Banyak orang yang menggambarkan pesantren sebagai institusi yang identik dengan disiplin keras, iqab , dan jadwal super padat. Berbagai tantangan telah aku lalui selama di pesantren. Di sana, ketegangan bisa datang kapan saja, terutama jika melanggar aturan bahasa. Aku selalu ingat, setiap jam 5 sore, saat kita sedang berkumpul atau beristirahat, tiba-tiba ada pengumuman mendadak dari bagian bahasa yang membuat semua orang langsung diam membatu menanti pengumuman. Santriwati sampai berteriak “Kiamat! Kiamat!” saking menakutkannya. Bahkan, aku sendiri pernah menerima hukuman karena mengatakan "Es Krim" dalam bahasa Indonesia, seharusnya aku bisa mengatakannya sedikit lebih Inggris "Ice Cream". Aku pun harus menjalankan hukuman yaitu membantu bagian bahasa pusat selama sehari penuh. Momen itu tidak akan pernah aku lupakan. Namun, di balik semua kedisiplinan dan hukuman itu, ada satu hal yang ingin aku bagi bahwa pesantren adalah tempat paling nyaman dan damai yang per...
